SHARE

Sudirman Said konfrontasi

satunegeri.com – Kementerian Energi dan SUmber Daya Mineral mengusulkan pemangkasan anggaran subsidi energi hingga Rp 16 triliun pada tahun ini guna direlokasi untuk mendanai kegiatan produktif.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pengurangan subsidi energi dimungkinkan di tengah tren penurunan minyak mentah dunia pada saat ini. Hal itu akan didorongnya dalam proses revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 guna memperkuat pendanaan kegiatan pemerintah di sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

“Masih ada subsidi Rp. 1000 per liter yang kalau digeser bisa dapat Rp. 15-16 triliun. Itu akan jadi sumbangan untuk percepatan program kesejahteraan,” ujar Sudirman dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Sudirman ingin alokasi subsidi energi nantinya bisa dipakai untuk membangun infrastruktur yang mendukung program ketahanan energi salah satunya untuk membangun kilang penampung (storage) yang saat ini belum dimiliki oleh Indonesia.

Menurutnya, saat ini negara sangat membutuhkan Dana Ketahanan Energi (DKE) mengingat besarnya kebutuhan DKE untuk memenuhi target 23 persen dari APBN.

Rencananya skema pendanaan yang akan dilakukan Kementerian ESDM untuk memenuhi kebutuhan DKE bisa berasal dari premi pengurasan fosil, dana penggunaan bahan bakar fosil, dana dari badan usaha bidang energi tidak terbarukan, APBN dan hibah.

“Presiden mengingatkan ke kami untuk bangun strategic petroleum reserve yang bisa UU energi manfaatkan. Cadangan strategis ini tidak digunakan untuk konsumsi, tapi untuk keadaan darurat,” katanya.

Usulan tersebut lanjutnya akan diajukan kepada komisi VII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk dilegalkan.

“Mulai di APBNP akan dialokasikan, berapapun kecilnya. Karena situasi APBN kita sedang alami tekanan tapi budget lain akan dibuka bersama untuk memupuk dana ketahanan energi,” katanya.

Apa Komentar Kamu?