SHARE

image-satunegeriAir di sungai Kalimalang, yang juga selama ini dijadikan air baku PT Aetra dan Palyja untuk kebutuhan air bersih warga Jakarta, sejak kemarin siang berubah menjadi hitam pekat.

Ketua RW 03 Cipinangmelayu, Makasar, Jakarta Timur, Muchtar, mengatakan perubahan warna air Kalimalang menjadi hitam pekat itu sejak rabu pagi pukul 09.30. Selain warna air yang berubah drastis, air kali juga menimbulkan bau yang menyengat hidung dan beberapa biota ikan terlihat mati.

"Sebagai warga, kami khawatir dengan perubahan air kali ini. Sejak pagi tadi warga tak ada lagi yang berani memanfaatkan air kali untuk keperluan sehari-hari," ujar Muchtar, Rabu (12/10).

Melihat kondisi tersebut, Direktur Operasional PT Aetra Lintong Hutasoit memastikan bahwa tercemarnya air yang mengalir di sungai Kalimalang tidak membuat pasokan air bersih untuk warga DKI Jakarta menjadi terganggu. "Kami pastikan pasokan air ke Jakarta tak akan mengalami gangguan apapun," kata Lintong.

Namun Lintong tidak berani menuduh pihak mana yang mencemari air sungai. Pihaknya berjanji untuk terus mengupayakan pasokan air bersih ke Jakarta tidak terganggu."Dari indikasi awal mengenai ciri-ciri fisik, kemungkinan ada pencemaran limbah pabrik," ungkap dia. (IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

three + twelve =