SHARE

Satunegeri.com – untuk membahas tentang upaya menjadikan Surabaya sebagai Role Model Kota Gas di Indonesia,  pada Kamis, 10 Juli 2015 kemarin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengadakan pertemuan segitiga.

Pertemuan berlangsung di Kantor Walikota Surabaya. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Menteri ESDM Sudirman Said, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Setyorini Tri Utami, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Direktur Komersial PGN Jobi Triananda Hasjim.

Dalam pertemuan itu antara lain dibahas tentang perluasan penggunaan gas bumi bagi rumah tangga dan transportasi.  Berdasar data Kependudukan tahun 2012, Surabaya dihuni 543.972 keluarga (rumah tangga).  Adapun jumlah mobil sebanyak 297.266 unit berdasar data tahun 2013 dengan pertumbuhan 10,3% per tahun.

Penyaluran gas bumi untuk rumah tangga di Surabaya, sejauh ini dilayani oleh PGN. Hingga saat ini PGN memiliki sekitar 13.000 pelanggan rumah tangga di Kota Pahlawan itu. Adapun SPBG di Surabaya saat ini ada 6 buah, salah satunya SPBG Ngagel yang dioperasikan PGN.
Untuk memperluas jaringan gas bagi rumah tangga di Surabaya, Kementerian ESDM juga sudah membangun jargas untuk 2.900 rumah tangga. Adapun pada tahun 2016, Kementerian ESDM akan menggandeng PGN untuk membangun 24.000 sambungan baru gas rumah tangga. Terdiri di tiga wilayah yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Selatan dan Surabaya Timur, masing-masing 8.000 rumah tangga. Selain itu kerjasama dengan PGN juga akan dilakukan dalam pembangunan SPBG di Surabaya.

“Untuk itu kami meminta kerjasama yang baik dari pemerintah kota Surabaya untuk terus memberikan dukungan dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat serta membantu proses perizinan yang belum terealisasi pada program pembangunan infrastruktur gas kota Surabaya,” kata Menteri ESDM Sudirman Said.

Direktur Komersial PGN Jobi Triananda Hasjim menyatakan bahwa PGN berkomitmen besar untuk memperluas pemanfaatan gas bumi untuk keperluan domestik termasuk memberikan solusi terbaik untuk pelanggan rumah tangga. Komitmen itu sudah ditunjukkan dengan pembangunan jaringan gas bumi PGN untuk rumah tangga di Surabaya dan berbagai kota lainnya di Indonesia selama ini. Jumlah pelanggan gas rumah tangga PGN sekitar 100 ribu rumah tangga. Di sekitar Surabaya, PGN sudah mengalirkan gas bumi ke rumah tangga di Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto.

“Adapun di wilayah lainnya PGN antara lain hadir di Batam, Medan, Palembang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Bogor, dan Semarang,” kata Jobi Triananda.

Kerjasama antara PGN dengan Kementerian ESDM dalam penyaluran gas rumah tangga juga sudah terjadi di Jakarta, Cirebon, Bogor dan Tangerang.  Jumlahnya sekitar 13.000 rumah tangga. “Gas bumi bagi rumah tangga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor elpiji,” kata Jobi Triananda. Harga gas rumah tangga juga lebih ekonomis dibanding elpiji. Sebagai perbandingan, sebuah keluarga yang menggunakan gas elpiji satu tabung ukuran 12 kg mesti mengeluarkan uang sekitar Rp 140 ribu, dengan pemakaian yang sama, pengguna gas rumah tangga hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 50 ribu.

Selain menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga, PGN juga mengalirkan gas bumi untuk industri di Jawa Timur. Hingga saat ini ada 118 industri di Jawa Timur yang menikmati energi baik gas bumi PGN.

Apa Komentar Kamu?