SHARE

27pupuk-subsidi

Satunegeri.com – Untuk mengalokasikan anggaran pupuk bersubsidi tahun 2015 mendatang yaitu sebesar Rp24 triliun atau Rp26 triliun, kementerian pertanian telah menyiapkan skenario pengajuan anggaran. Hal itu dikatakan Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Muhrizal Sarwani, Selasa (15/7)

Skenario pertama yaitu melalui APBN 2014 Rp18,04 triliun dan berikutnya sebesar Rp4,12 triliun pada RAPBN 2014, dan pembayaran hutang atau kurang bayar sebesar Rp3,1 triliun, dengan jumlah volume pupuk bersubsidi yang akan disalurkan pada 2015 sama persis dengan tahun ini, yaitu sebanyak 9,55 juta ton.

Pengajuan tersebut menurut Muhrizal sudah mempertimbangkan evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mempersempit harga eceran tertinggi (HET) harga pokok produksi (HPP) sampai 30%.

Selain itu, pihaknya juga memperhatikan serta audit Badan Pemeriksa Keuangan untuk menggunakan HPP 2013, bukan HPP 2012.

Di sisi lain, Muhrizal menuturkan bahwa sampai tahun ini saja pemerintah memiliki akumulasi hutang kepada pabrik pupuk sebesar Rp10,1 triliun. Rinciannya, pada 2012 pemerintah memiliki hutang sebesar Rp6,64 triliun, Rp7,27 triliun pada 2013.

Namun, dia menambahkan, yang terpenting adalah pupuk bersubsidi untuk petani sudah tersedia dan volumenya sesuai dengan yang diminta pada awal tahun.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

3 × 1 =