SHARE

68plts

satunegeri.com – untuk mengurangi ketergantungan pada batubara, pemerintah China pada tahun 2014 berencana untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang lebih dari 70 gigawatt. Hal itu diungkapkan oleh Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC).

Selain itu pada tahun 2017 mendatang, NDRC juga merencanakan untuk memiliki 150 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga angin. Selain itu, pada tahun yang sama, pemerintah juga mengharapkan tercapainya kapasitas 11 gigawatt listrik dari biomassa dan 330 gigawat listrik tenaga air.

NDRC mengharapkan pada tahun 2017 dapat menurunkan emisi karbon dan menggunakan energi dari bahan bakar non-fosil mencapai 13% dari energy mix yang ada di China. Pasalnya, baik pemerintah China maupun masyarakatnya telah mendeklarasikan pernyataan perang terhadap polusi asap yang mematikan.

Tren pengembangan energi alternatif oleh China, menurut analis dari New Energy Finance yang berbasis di Hong Kong, Wang Xiaoting, hingga saat ini berlangsung stabil. Data terakhir menunjukkan bila PLTS China pada akhir 2013 baru bisa menghasilkan sekitar 20 gigawatt.

“Namun, untuk mendongkrak pembangkit yang berasal dari energi baru dan terbarukan, pemerintah China juga berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN),” tutur Wang.

Pemerintah menargetkan akan mengoperasikan 40 gigawatt PLTN pada 2015 dan 50 gigawatt pada 2017.NDRC mengemukakan bila peningkatan dari tenaga angin dalam energy mix harus signifikan. Tak hanya itu, pemerintah juga akan meningkatkan produksi gas alam dan mempercepat pengembangan gas coal-bed methane dan shale gas. Untuk itu, China menargetkan kapasitas pasokan gas alam dari 250 miliar meter kubik pada 2015 dan 330 miliar meter kubik pada 2017.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

fourteen + seventeen =