SHARE

Hutan Indah

Oleh : Ust.Salim Segaf Al-Jufri

Satunegeri.com – Ramadhan momentum untuk perubahan diri ke arah yang lebih baik.
Jangan sampai seseorang berbuat maksiat merasa tidak akan mendapt hidayah Allah.
Contoh : seorang perokok berat menonton tv mendengar ustadz ceramah dan tergugah untuk menjalankan haji dengan membawa bekal rokok sekoper. Ternyata saat ibadah lupa dengan rokoknya dan saat sholat sunah di Hijr Ismail di sujudnya meninggal dunia. Ternyata dia termasuk orang yang jujur kepada Allah sehingga Allah berikan hidayah dan husnul khotimah.

Yang di nanti saat ini adalah pemimpin dunia. Bangsa Arab ternyata belum bisa dan di harapkan dari Indonesia.
Utk mjd pemimpin dunia antara lain :
1. Semangat dan pengorbanan para syuhada.
Indonesia merdeka dengan bambu runcing bukan karena bambunya tapi semangat dan pengorbanan yang tinggi.

2. Akhlaq.
Terlihat saat umroh/haji jamaah Indonesia lebih santun dan sabar. Sebelum waktu sholat sudah berada di shaf depan ternyata saat sholat di lewati dan akhirnya sujudnya ada yang sampai di punggung orang lain. Tapi tidak terjadi keributan beda dengan bangsa lain yang gara-gara hal itu bisa ribut.

3. Negeri yang memiliki kekayaan alam

4. Harus siap berkorban dan menjadi pemimpin.
Contoh saat sholat ada rombongan dengan bus masuk masjid tapi sholatnya sendiri tidak berjamaah dengan warga setempat. Harusnya ada yang bersedia menjadi imam dan makmum.

5. Hidup bersama orang-orang yang jujur tidak cukup hanya iman dan taqwa.
– yang mayoritas siap untuk tadhiyah. contoh : Haritsah merasa melihat batu dan emas sama saja. Hanya 1 yang aku minta wahai Rasulullah doakan aku untuk mati syahid. Akhirnya mendapatkan syahid.
Ibunya menanyakan kepada Rasulullah dan mendapat kabar surga itu banyak, anaknya mendapat surga firdaus.

Evaluasi tahunan di balan Ramadhan. Semua yang beriman mengenal Allah tapi tidak semua sopan santun di hadapan Allah. Cari akherat maka dunia akan di dapatkan.

Semut hitam, di batu yang hitam, di gelap dan hujan. Allah maha tahu dan mendengar semut tersebut. Apalagi manusia yang beribadah kepada Allah maka Allah tidak akan menyia-nyiakankan hamba-Nya.
Kita sekarang hanya di uji dengan sakit, kesulitan ekonomi, pasangan, tetangga, dll.

Apakah manusia menyangka apabila beriman dia tidak akan di uji?
Jangan juga kita menyatakan kepada Allah saya siap di uji. Maka sopan santun kepada Allah ssehingga tidak menampakan diri hebat. Jangan sampai merasa sudah punya nilai plus dalam dakwah ini.

Mukhlis : orang yang berbuat ikhlas masih ada peluang syetan menggoda.
Mukhlas : orang yang sudah berkarakter ikhlas sehingga syetan tidak mampu menggoda

Abdurrahman bin Auf : rejeki yang datang luar biasa. Sehingga khawatir kenikmatan di surga terkurangi nikmatnya di dunia. Sampai ada istilah batu apabila di angkat maka Abdurrahman bin Auf akan menemukan emas atau perak di situ. Infaqnya di jalan dakwah luar biasa. Abdurrahman pernah mendatangkan sekitar 700 unta berisi makanan di sumbangkan untuk fisabilillah. Sampai bumi bergetar karena hentakan kaki unta dan terdengar oleh ummul mukminin Aisyah sehingga beliau mengatakan pantaslah Abdurrahman menjadi 10 orang yang di jamin masuk surga.

Apa Komentar Kamu?