SHARE

image-satunegeri

Taubat bukan urusan para pendosa besar… dia merupakan tuntutan setiap orang beriman. Bahkan termasuk para Nabi juga bertaubat. Perintahnya adalah “wahai orang yang beriman, bertaubatlah…..” (At-Tahrim: 8) bukan, “Wahai para pendosa…. bertaubatlah…”

Taubat adalah bentuk kesadaran dan kerendahhatian seorang hamba di hadapan Allah atas berbagai kekurangannya memenuhi segala hak yang menjadi kewajibannya… hak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, saudara kaum muslimin, dll. Bagi Allah, semakin hambaNya merendah, semakin tinggi derajat di sisinya. Karena Allah sangat senang dengan hambaNya yang bertaubat.

Yang Allah inginkan juga bukan sembarang Taubat, tapi taubat nasuha… tahukah anda arti nasuh dalam bahasa Arab? Nasuh artinya murni. ‘Asal nasuh artinya madu murni, laban nasuh…. susu murni. Maka taubatan nasuh adalah taubat murni. Murni niatnya, semata menghadap ridha dan ampunan Allah. Murni perbuatannya, tidak bercampur-campur lagi dengan maksiat.

Walaupun jika tergelincir lagi setelah bertaubat… jangan ragu untuk segera bertaubat. Tuluskan niat dan perkuat azam… jangan termakan bujukan setan, merasa percuma bertaubat karena taubat sebelumnya ‘telah gagal’. Buat setan kecewa dengan taubat kita, jangan biarkan dia tertawa puas dengan mengikuti bisikannya untuk tidak bertaubat.

Jika engkau sempat terhuyung-huyung oleh bisikan setan dengan maksiat… maka bikinlah dia KO dengan engkau bertaubat.

Terbebas dari api neraka adalah dambaan kita. Namun dia hanya didapat jika Allah memberi ampunan… dan ampunan hanya Allah berikan jika hambanya taubat dan Istighfar.[]

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

nineteen − 12 =