SHARE

Satunegeri.com — Wakil Ketua Tim Nasional (Timnas) Bidang Arkeologi, Ali Akbar, mengatakan Tim Nasional (Timnas) Penelitian Situs Gunung Padang bentukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah melakukan penelitian pendahuluan di lokasi situs. Penggalian beberapa titik dilakukan 7 hingga 31 September 2014.

Menurut Ali, tujuan penelitian pendahuluan ini yang paling utama adalah melakukan pengecekan lapisan kedalaman. Untuk memastikan ada lapisan kosong ini dilakukan dengan penggalian di beberapa titik, termasuk pengeboran.

“Penelitian pendahuluan ini dilakukan di beberapa titik, yakni titik selatan, tenggara, timur, barat, dan teras lima. Hasilnya akan kita laporkan ke Kemendikbud sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya,” ujar Ali Akbar di Cianjur, Minggu 14 September 2014.

Hasil penggalian, tim menemukan artefak yang dibentuk dengan teknologi tinggi. Temuan berbentuk batu seperti senjata kujang berasal dari batuan andesit yang mengandung magnetis.(Baca : Gunung Padang di Cianjur Siap Dikupas)

“Kami belum memastikan benda apa, yang pasti itu bukan buatan alam dan sudah menjadi artefak. Seperti alat ritual upacara. Kami baru akan menelitinya di laboratorium,” imbuh Ali.

Wakil Ketua Timnas Bidang Geologi, Dany Hilman, menyebutkan, sebulan terakhir tim menggali di paritan geologi. Untuk titik barat tidak melakukan penggalian karena sudah ada bekas longsor. “Longsoran itu dibersihkan. Susunan batuan yang terlihat dipastikan bukan alami, tapi buatan manusia,” kata Dany.

Dany menambahkan, proses ekskavasi Gunung Padang tidak bisa dilakukan sembarangan karena tingkat kesulitannya sangat rumit karena bukan satu lapisan budaya. “Beda dengan Borobudur. Gunung Padang harus ada strategi dari berbagai disiplin ilmu,” tutur Dany.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

16 − eight =