SHARE

59kakao-free

Satunegeri.com – Untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing biji kakao Indonesia,  Kementerian Pertanian menerbitkan Permentan Nomor 67 tahun 2014. Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian Suswono pada acara Gebyar Kakao Bermutu, di Makassar, Selasa (16/9).

Dengan adanya pementan tersebut diharapkan juga dapat mendukung pengembangan industri berbahan baku kakao dalam negeri, memberikan perlindungan pada konsumen dari peredaran biji kakao yang tidak memenuhi persyaratan mutu, meningkatkan pendapatan petani kakao, dan mempermudah penelusuran kembali kemungkinan terjadinya penyimpangan produksi dan peredaran kakao.

Karena itu Suswono meminta komitmen dari semua pihak terkait, lintas kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha agribisnis kakao, berbagai asosiasi kakao di hulu maupun di hilir, perguruan tinggi, serta petani kakao untuk bersama-sama mengawal kesuksesan dari implementasi Permentan tersebut.

“Secara khusus saya berpesan kepada seluruh pemerintah daerah sentra-sentra kakao, untuk memberikan perhatian dan dukungan dalam mempersiapkan sarana prasarana termasuk kesiapan kelembagaan yang perlu dibangun selama masa transisi 24 bulan ini, sebagai kesiapan untuk mengimplementasi secara efektif Permentan tersebut pada Mei 2016 mendatang,” lanjut Mentan.

Berdasarkan publikasi FAO dan Trade Map 2013, saat ini Indonesia tercatat sebagai produsen kakao ke-3 dunia sesudah Pantai Gading dan Ghana. Meskipun demikian, dari segi mutu, biji kakao asal Indonesia harus ditingkatkan, karena biji yang difermentasi masihtergolong rendah jumlahnya, untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

15 − 11 =