SHARE

Oleh : UstadzĀ Arsal Sjah

Trend mode menjadi komoditas yang tak pernah sepi dari peminat. Mengikuti perkembangan trend mode dan menirunya seakan menjadi kebutuhan pokok bagi kebanyakan orang. Malu jika tak mengikutinya.

Fashion adalah salah satu di antara trend mode yang paling banyak pe-latah-nya. Seakan tak mau ketinggalan, setiap update nya selalu diikuti. Bahkan jadi penikmatnya walau sering tak cukup pantas untuk dilihat atau dirasa. Apalagi jika dilihat dari kacamata sosial budaya, terlebih lagi agama.

Anehnya, disaat update trend mode yang cenderung bersifat fisik dan sementara itu dimanuti dengan senang hati, namun update ruhani dan ilmu agama justru jarang dilakoni. Sejak kecil hingga dewasa (kadang sampai renta) konsisten dengan semua keterbatasan ilmu dan amalnya. Akibatnya tak sedikit orang yang sudah mengalami pubertas biologis selama berpuluh tahun, namun belum pernah mengalami pubertas beragama walau hanya satu hari. Malu kah? Mungkin tidak.

Akhirnya perilaku beragamanya mirip seperti perilaku anak-anak: apa yang disuka diambil dan apa yang tak suka ditinggal. Sandaran beragamanya like and dislike.

Sungguh jenaka, disaat begitu dewasa dalam perkara dunia, tapi sangat kekanakan dalam urusan akhirat, like a child.

Penampilan fisiknya terupdate, tapi penampilan ruhaninya terbelakang. Gayanya zaman now, tapi amalnya zaman old. Tingkahnya bak remaja millenial, tapi ilmunya bak zaman kuno.

Bagaimana dengan kita?

#catatanharianramadhan

Apa Komentar Kamu?