SHARE

image-satunegeri

Satunegeri.com — Usaha pengolahan perikanan di Jakarta nyaris lumpuh. Saat ini, nelayan umumnya berhenti melaut, dan sebagian rumah mereka terkena banjir. Gangguan melaut juga dirasakan nelayan di sejumlah wilayah di Tanah Air. 

 
Nasib nelayan di Jakarta pun mengkhawatirkan. Jumlah nelayan di pantai Jakarta mencapai 18.900 orang, tersebar di Marunda, Cilincing, Kali Baru, Ancol, Pluit, Kapuk Muara, dan Kamal Muara. 
 
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Hutagalung mengungkapkan, pasokan ikan laut di sejumlah wilayah di Jawa merosot 30-50 persen. Penurunan pasokan disebabkan gangguan ombak dan cuaca buruk di laut, hingga musibah banjir di beberapa wilayah di Jawa.
 
 
"Dapat dikatakan usaha perikanan terganggu sejak hulu hingga ke hilir," kata Saut. Di sektor hulu, sebagian besar nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi perairan. Di sektor hilir, gangguan banjir nyaris melumpuhkan usaha pengolahan ikan.
 
”Ikan mulai jarang sehingga mendorong kenaikan harga,” ujarnya.Saat ini, pasokan ikan masih bisa diandalkan dari hasil budidaya ikan air tawar, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Akan tetapi, distribusi ikan dari wilayah itu ke Pulau Jawa terganggu karena musibah banjir di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
 
Banjir yang masih menggenangi kawasan utara Jakarta juga membuat aktivitas ratusan pabrik pengolahan ikan di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, terganggu. Nilai kerugian hingga kini ditaksir sekitar Rp 100 miliar.
 
Sementara itu, akibat terputusnya akses jalan, ratusan ton produk ikan hasil olahan pabrik yang sedianya diekspor dan dipasok ke pasar lokal tidak bisa terkirim. Jumlah pabrik pengolahan ikan di PPS Nizam Zachman tercatat 104 unit, skala besar dan kecil. Dalam kondisi normal, PPS Nizam Zachman memproduksi 500 ton ikan, dengan 250 ton di ekspor lewat Pelabuhan Tanjung Priok dan 250 ton untuk lokal. 
 
Sejak hari Kamis (17/1), aliran listrik ke Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman di Muara Baru terhenti, dan akses jalan ke pelabuhan terendam banjir. Kondisi itu diperparah adanya truk yang mogok di jalur perlintasan sehingga menutup akses transportasi. Perusahaan yang masih bisa beroperasi hanya yang memiliki genset listrik. Adapun aliran listrik baru menyala kembali pada hari Minggu (20/1) pagi.
 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

eleven + thirteen =