SHARE

Satunegeri.com — Salah satu pasal dalam UU Perkebunan memuat kewajiban pengusaha perkebunan untuk menyediakan lahan sebesar 20% untuk kebun plasma petani. Pelaku individu menyambut baik aturan tersebut dan siap memberdayakan petani rakyat demi memacu produksi kebun.

Pada pasal 58 UU Perkebunan tentang Kemitraan Usaha Perkebunan ayat 1 menegaskan perusahaan perkebunan yang memiliki izin usaha perkebunan wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat paling rendah seluas 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan perusahaan perkebunan.

Joko Supriyono, Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk mengatakan, saat ini bahkan luas areal kebun plasma petani rakyat kebun sawit di Astra Agro Lestari telah mencapai 20% sampai 25% dari luas kebun Astra Agro Lestari. Joko menyebut, ada sekitar 65.000 hektar (ha) luas kebun plasma.

Joko menilai kewajiban tersebut dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Pengusaha juga diuntungkan karena dapat mengejar produksi dengan memanfaatkan pihak ketiga. Hanya saja, Joko menyarankan agar kewajiban tersebut dalam UU Perkebunan lebih memuat detail soal kerjasama dengan petani plasma.

“Misalnya diperjelas, kerjasama dalam bentuk apa lewat kemitraan atau yang lain. Kondisi ini akan memberi kesempatan bagi perkebunan rakyat turut berkembang,” ujar Joko pada Jumat (3/10).

Meski bukan perkara sulit untuk menyiapkan kebun plasma rakyat. Joko memaklumi bahwa belum semua industri sanggup menjalin kemitraan dengan petani. Karena itu, PP Perkebunan yang menjadi turunan UU Perkebunan nanti, harus lebih detail merinci skala industri yang mewajibkan pengusaha untuk menyisihkan lahan untuk petani plasma sebesar 20%.

Selain juga industri turut untuk mempersiapkan benih, tekhnologi dan infrastruktur yang memudahkan petani plasma. Sehingga produksi petani plasma juga sebaik dengan kualitas pabrik. Apalagi tidak sedikit tanaman tua yang dimiliki petani dan sudah memasuki waktu untuk replanting atau penanaman kembali.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

3 × one =