SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Meski pembanguanannya telah dimulai sejak enam tahun lalu, namun akibat adanya kekhawatiran atas keselamatan, akibat tragedi nuklir Fukushima Daichii pada 2011 dan efisiensi Vietnam ingin menunda pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertamanya.

seperti dikutip abcnews.go.com, kini Vietnam sedang menghadapi permasalahan permintaan pasokan listrik, sehingga pemerintah Vietnam dinilai perlu mengembangkan sumber energi baru seperti pembangkit listrik tenaga batubara (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

permintaan pasokan listrik domestik sejak Juni 2013, diprediksi oleh The Asian Development Bank akan meningkat hingga 14% pada 2015, dan akan mencapai titik tertinggi pada 2020.

Vietnam awalnya dijadwalkan memulai pembanguan PLTN pertama di provinsi Ninh Thuan, dan ditargetkan pada 2017 akan beroperasi. Namun, Perdana Menteri Nguyen Tan Dung seperti dilansir surat kabar lokal Tuoi Tre, mengatakan dalam konferensi pemerintah akan menunda pembangunan PLTN hingga 2020 untuk memastikan standar keselamatan dan efisiensi tertinggi

Nguyen memerintahkan perusahaan minyak dan gas milik pemerintah, PetroVietnam, untuk menaikkan pasokan gas bagi pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) sehingga ada suplai listrik hingga 5.000 megawatt (MW).  

“Langkah ini untuk mengimbangi penurunan pasokan listrik dari penundaan proyek PLTN sehingga ada penurunan suplai mencapai 4.000 MW,” katanya Kamis (16/1/2014).

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

four + eight =