SHARE

image-satunegeriLangkanya gas elpiji di wilayah perbatasan Kalbar-Malaysia menyebabkan warga membeli gas dari malaysia. menurut Basir, warga Balai Karangan Kalbar, elpiji Malaysia dijual bebas di Entikong, Balaui Karangan, hingga kota Sanggau.

"meski harganya lebih mahal, apa boleh buat kami terpaksa membeli gas elpiji dari Malaysia untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari". kata Basir.

Sebelum di jual ke pengecer, gas elpiji 12 Kg dengan merek petronas yang dibandrol Rp.200 ribu itu dibawa masuk melalui pintu perbatasan entikong-tebedu tanpa melalui pemeriksaan ketat pihak bea cukai Indonesia.

Akibat kelangkaan gas elpiji pertamina di sana, harga gas elpiji 3 kg melambung mencapai Rp.40 ribu per tabung, sedang untuk yang 12 kg sebesar Rp.100 ribu per tabung.

Sales Representative GAs RAyon VII, Valino, mengatakan pihaknya telah memantau ketersedian gas elpiji pertamina di perbatasan Kalbar-Malaysia cukup tersedia di lapangan.

"Kalau warga memilih menggunakan gas elpiji petronas, i itu soal pilihan warga. Sebaiknya warga lebih memilih gas elpiji dalam negeri". Tegas Valino. (IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

2 × 5 =