SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Dalam International Symposium on Biomedical Imaging yang diselenggarakan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) di San Fransisco, Amerika Serikat pada 7-13 April 2013, Ilmuwan asal Indonesia Warsito P. Taruno memamerkan dan mempresentasikan alat pemindai aktivitas otak 4D pertama di dunia ciptaannya.

Dengan alat yang diberi nama bernama 4D Brain Activity Scanner tersebut, abnormalitas pada otak manusia bisa terlihat. Warsito mengungkapkan, dari abnormalitas itu, bisa diketahui apakah seseorang memiliki penyakit tertentu, seperti epilepsi dan Alzheimer.

4D Brain Activity Scanner berbasis Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Alat itu telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO tahun 2006. IEEE sendiri adalah organisasi ilmiah profesional beranggotakan 425.000 orang.

"ECVT digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik dan aktivitas otak," ungkap Warsito.

Warsito merupakan Direktur Eksekutif CTECH Labs Edwar Technology, lembaga riset yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang Selatan, yang fokus pada pengembangan teknologi pemindaian yang mendukung dunia kedokteran.

Dalam simposium International Symposium on Biomedical Imaging, Warsito adalah satu-satunya pemakalah dari Indonesia. Hanya segelintir pemakalah berasal dari Asia. Total, ada 371 makalah yang dipresentasikan dari 700 pengaju dari seluruh dunia.
 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

three + 8 =