SHARE

matematika

Satunegeri.com – Dalam International Mathemathics Competition (IMC) 2014 yang diselenggarakan di Bulgaria, sejak 29 Juli sampai 4 Agustus lalu, Muhammad Yasya (20), mahasiswa Teknik Elektro ITS berhasil memperoleh medali emas.

di ajang olimpiade matematika Internasional tesebut publik dibuat terpukau oleh Yasya karena mampu menyelesaikan soal-soal itu dengan cermat. Apalagi, Yasya mampu menyelesaikan soal-soal yang lazim diujikan bagi mahasiswa setaraf pascasarjana di dunia

Padahal dari segi pendidikan akademik, dia masih berkuliah di semester II pada tingkat strata satu. Bahkan, Yasya dengan mudah mengalahkan lawan terberatnya, peserta dari Israel.

Menanggapi prestasi anak bangsa ini, Widyo Winarso, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kemahasiswaan, Direktorat Pembelajaran danĀ  Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Belmawa Ditjen Dikti), Kemendikbud, menyebut kemenangan M Yasya sebagai potret pelajar Indonesia yang banyak memiliki kecerdasan kognitif, yang bisa diadu dengan pelajar di belahan dunia mana pun.

Sesuai Permendibud Nomor 95 Tahun 2013, para pemenang kompetisi Internasional akan mendapatkan beasiswa S1 untuk peraih medali perunggu, beasiswa S1 dan S2 peraih medali perak, dan beasiswa S1, S2, dan S3 untuk peraih medali emas.

Bersama M Yasya masih ada sederet nama peserta Indonesia yang berhasil. Yaitu Yoshua Yonathan Hamonangan peraih medali perak dari Universitas Indonesia jurusan Matematika, Pramudya A juga peraih medali perak dari Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Elektro, Taufiq A yang mendapatkan medali perunggu dari UGM jurusan matematika, dan Sofihara Alhazmi mendapatkan perunggu dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Pendidikan Matematika. Serta ada juga Dian Sitorumi dari Matematika ITB dan M Ardiayansyah dari Matematika UGM.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

17 − fourteen =