Agum Gumelar Keliru Besar Soal Komunisme

Oleh : Ubedilah Badrun

Pernyataan Jendral (Purn) Agum Gumelar yang dikutip sebuah media online mainstream keliru besar. Miris juga saya mendengar pernyataan seorang Jendral Purnawirawan tersebut yang miskin data dan salah buat kesimpulan.

Agum Gumelar menyebut bahwa PKI di Indonesia adalah bagian dari gerakan komunisme internasional, RRC dan secara ekonomi RRC sudah sangat kapitalis, menjadi negara kapitalis terbesar di dunia. Lalu Agum menyimpulkan komunisme sudah basi sudah bubar.

Agum tidak detail membaca RRC bahwa benar RRC merubah haluan ekonominya, takluk pada kapitalisme liberalisme ekonomi, tetapi di wilayah politik RRC tidak berubah bahwa politik RRC masih berhaluan komunis, bukti paling sederhana adalah partai Politik Komunis masih menjadi partai tunggal di RRC yang mengendalikan seluruh pemerintahanya dan demokrasi tidak tumbuh sehat disana sebagaimana negara negara liberal kapitalis lainya. Partai tunggal adalah salah satu ciri komunisme dalam politik.

Kellee S.Tsai dalam bukunya Capitalism without Democracy: The Private Sector in Contemporary China (2007) menyebutkan bahwa Chinese entrepreneurs are not agitating for democracy. Most are working eighteen-hour days to stay in business. Mereka para pebisnis tersebut menurut Kellee S.Tsai adalah anggota Partai Komunis China dan itulah haluan politik Tiongkok bahwa politiknya tetap komunisme meski ekonominya liberal kapitalis. Meskipun kapitalisme China juga pada titik tertentu tidak murni kapitalis.

Bukti lainya adalah posisi RRC yang selalu berhadapan dengan Amerika Serikat dan getol melakukan perang dagang dengan Amerika Serikat. Jika betul RRC Kapitalis liberalis mestinya bersahabat dengan Amerika Serikat. Faktanya tidak.

Agum Gumelar mestinya minimal tau dua argumen di atas dan tidak pantas mantan Jendral TNI bicara tanpa data yang akurat. Jadi komentar Agum keliru dan berlebihan terhadap isu PKI yang dilontarkan Jendral Purnawirawan Gatot Nurmantyo. Apa yang disampaikan Gatot Nurmantyo itu sifatnya warning dan analisis kemungkinan metamorfosis komunisme dimanapun khususnya di Indonesia.

Ubedilah Badrun Analis Sosial Politik UNJ.

share on: