Awas, Rezim Jokowi Gunakan ‘Virus Corona’ Untuk Modus Ngutang?

Oleh : Nasrudin Joha

Satunegeri.com – Entah ini sebuah kebetulan atau desain yang telah dipersiapkan. Sehari setelah Jokowi mengumumkan 2 warga Indonesia terjangkit Corona, IMF dan Bank Dunia menyatakan siap mengucurkan bantuan utang untuk kasus Corona.

IMF dan Bank Dunia menyatakan siap membantu (memberi utang) negara-negara anggota kedua lembaga itu, terutama negara miskin untuk mengatasi tragedi manusia maupun tantangan ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Presiden Bank Dunia David Malpass dalam pernyataan bersama mengatakan kedua lembaga terlibat aktif berkomunikasi dengan lembaga-lembaga internasional dan otoritas terkait masalah yang ditimbulkan virus corona. Adapun perhatian khusus akan diberikan kepada negara-negara miskin yang memiliki sistem kesehatan lemah.

Rezim Jokowi sendiri, sebelumnya kekeh menyatakan Indonesia bebas Corona. Bahkan, Menkes menyatakan semua karena doa, Indonesia bebas Corona.

Entah, ini Menkes atau dukun beranak, pernyataannya tidak ada indikasi yang memiliki basis akal intelektual atau muatan ilmiah. Rakyat komplain harga masker, Menkes malah menyalahkan kenapa beli masker.

Ketika publik khawatir dan takut tertular Corona, Menkes malah sesumbar difteri saja tidak takut apalagi cuma Corona. Pernyataan seperti ini bukan menentramkan, tapi justru membuat publik panik.

Yang dilakukan rezim semestinya meniru apa yang dilakukan oleh Singapura. Singapura melakukan isolasi ketat terhadap virus Corona, dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap orang dan barang yang masuk Singapura, baik melalui jalur darat, laut dan udara.

Singapura juga menyediakan fasilitas lengkap untuk aktivitas penindakan, dari perawatan, isolasi hingga upaya pemulihan terhadap orang yang telah terjangkit virus Corona. Singapura juga membagikan sarana masker secara gratis kepada rakyat, untuk tindakan pencegahan dan antisipasi.

Lah negeri ini ? Bukannya melakukan isolasi terhadap orang atau barang yang berpotensi menebar virus Corona, rezim justru menggelontorkan dana Rp 72 Miliar kepada Influencer untuk menyedot pariwisata. Bahkan, bukannya mengevaluasi (baca: membatalkan) sejumlah proyek yang menggunakan TKA China, Luhut justru meminta TKA China segera kembali ke Indonesia.

Kebijakan seperti ini jelas mengkhawatirkan dan membuat rakyat takut. Semestinya, jika ingin rakyat tenang, putus interaksi dengan orang yang berpotensi menjadi sumber penebar virus. Putus interaksi dengan China, baik TKA China atau orang pelancong dari China.

Kini, setelah sekian lama Indonesia bungkam atas virus Corona, sesumbar Indonesia zero Corona, lantas tiba-tiba Jokowi mengumumkan dua warga Indonesia terjangkit virus Corona. Tidak lama setelah itu, IMF dan Bank Dunia siap kucurkan utang untuk antisipasi Corona. Apakah ini sinyal Jokowi akan ngutang lagi ?

Apakah, virus ini akan menjadi ‘berkah’ bagi Jokowi, agar bisa menjadi alasan utang kepada IMF dan Bank Dunia ? Apakah, pernyataan Jokowi terkait virus Corona adalah bagian dari permintaan dari tuan-tuan kapitalis di IMF dan bank dunia, agar rentenir riba internasional ini bisa kembali menghisap darah rakyat Indonesia ? [].

share on: