Bantuan Tunai Ternyata Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Rakyat

Oleh: Firdaus Hasan

SATUNEGERI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2020, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp166,38 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp 30,47 juta. Sementara PDRB tanpa minyak dan gas (Migas) sebesar Rp161,30 triliun. Maka PDRB perkapita non Migas sebesar Rp29,54 juta.

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin kepada media ini menjelaskan. Pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2020 secara umum memang megalami penurunan 0,37 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 4,14 persen.

“Tapi itu jauh lebih bagus kalau dibandingkan dengan nasional yang mengalimi minus 2,07 persen,” jelas Tasdik, Jumat kemarin di Kantor BPS Aceh, Banda Aceh.

Nah, produksi penurunan terbesar terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan (28,44 persen). Selain itu pengeluaran penurunan terbesar juga terjadi pada komponen impor luar negeri (78,53 persen).

“Kalau kita lihat pada triwulan ke IV tahun 2020, dibandingkan pada triwulan ke IV tahun 2019, terjadi penurunan sebesar 2,99 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang angka nasional 2,19 persen. Lalu, kalau dibandingkan triwulan IV 2019 dengan triwulan III 2020, turun sebesar 0,57 persen,” jelas dia.

Tasdik juga menyebut, ekonomi Aceh pada triwulan pertama tahun 2020 masih positif, namun sejak mulai pandemi menurun diakibatkan penurunan aktifitas di awalpandemi covid-19 dan pergerakan transpotasi.

“Program pemerintah memberikan bantuan modal usaha maupun bantuan tunai ternyata tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, hanya menahan perekonomian Aceh saja agar tidak jauh lebih dalam,” sebutnya. ***

 

share on: