Jokowi Dapat Naikkan Harga BBM Subsidi Tanpa Persetujuan DPR

21jokowi

Satunegeri.com – Setelah resmi menjabat sebagai presiden, presiden terpilih Joko Widodo bisa saja langsung menaikkan harga BBM bersubsidi. Hal itu dikatakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Satya Wira Yudha.

Menurutnya di dalam UU APBN-P 2014 tidak terdapat klausul bahwa kenaikan harga BBM harus atas persetujuan DPR. “artinya kami memberikan keleluasaan apabila mungkin pemerintahan sekarang atau pemerintahan baru nantinya mau menaikkan BBM bersubsidi sampai Desember 2014,” ujar Satya seperti dikutip kompas, Jakarta, Jumat (29/8).

Sementara itu, untuk RAPBN 2015, Satya mengatakan bahwa DPR baru akan membahasnya bersama pemerintah pada Senin (1/9), dimana untuk kenaikan harga BBM tahun 2015, akan sangat bergantung dari hasil pembicaraan antara Banggar bersama dengan Menteri Keuangan.

Sebelumnya, Jokowi siap menaikkan harga BBM bersubsidi nantinya meskipun kebijakan tersebut dianggap tidak populer oleh masyarakat. Bagi Jokowi, yang terpenting, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi itu disertai pengalihan anggaran untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Adapun JK berpendapat, kenaikan harga BBM seharusnya sudah dilakukan karena kelangkaan BBM sudah menjalar ke mana-mana.

Namun Menko Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan, Presiden SBY tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi karena tidak mau menambah beban masyarakat yang sudah cukup berat. Terlebih lagi, harga BBM sudah dinaikkan pada 2013 lalu, ditambah dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun ini.

share on:

Leave a Response