Kawal Produksi 1 Juta BOPD, Humas Hulu Migas Perkuat Kolaborasi

Satunegeri.com – Visi bersama produksi 1 juta BOPD di tahun 2030 tidak hanya menjadi tugas para engineer di SKK Migas dan KKKS dengan terus mencari sumber migas baru dan meningkatkan produksi dari posisi di tahun 2019 yang berada di angka 7456 ribu BOPD. Lebih dari itu, bagaimana agar kerja keras selama 10 (sepuluh) tahun untuk mewujudkan capaian 1 juta Barrel tersebut harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholders terkait, seperti Pemerintah Pusat dan Daerah, DPR, termasuk dukungan dari masyarakat.

Perjalanan menuju tahun 2030 akan ditemui berbagai hambatan dan tantangan, baik yang sudah diperkirakan maupun kejadian luar biasa yang tidak diperkirakan sebelumnya (force majeur). Berdasarkan roadmap SKK Migas menuju 1 juta BOPD di tahun 2030 akan terbagi menjadi 2 fase, sepanjang periode 2020-2025 dapat dikatakan produksi akan stagnan dan sempat terjadi penurunan produksi di tahun 2021 dibandingkan produksi di 2019.

Namun mulai 2026 seiring dengan telah selesainya proyek utama hulu migas maka produksi minyak akan mulai mencapai diatas 800 ribu BOPD dan ditahun 2029 akan mencapai diatas 900 BOPD.

“Membangun optimisme dan meraih dukungan stakeholders untuk mewujudkan Visi bersama 1 juta BOPD di tahun 2030 adalah pekerjaan besar bagi seluruh insan Humas di Hulu Migas, baik Humas SKK Migas maupun KKKS. Untuk itu sinergi dan kolaborasi yang telah dibangun harus terus ditingkatkan. Jangan sampai ada hari yang kosong tanpa berita hulu migas di media,” kata Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro pada Pembukaan Forum Humas Hulu Migas yang diselenggarakan di Soeharna Hall The Energy Buidling di Jakarta, Rabu 29 Januari 2019.

Dengan peran hulu migas yang sangat signifikan bagi perekonomian nasional, maka isu energi adalah hal yang menarik dan selalu hangat, sehingga berita tentang hulu migas sangat ditunggu publik. “Manajemen SKK Migas akan senantiasa mendukung kegiatan insan Hulu Migas. Kita semua berada pada perahu yang sama utk mendukung kejayaan hulu Migas. Mari kita realisaikan 1 juta BOPD,” ujar Murdo Gantoro

Pada kesempatan tersebut selaku tuan rumah forum humas Hulu Migas, Direktur Human Capital & Business Support Medco Energi Amri Siahaan Medco Energi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Medco Energi untuk menyelenggarakan kegiatan yang strategis ini diawal tahun 2020.

Sebagai perusahaan migas nasional dan telah beroperasi di 4 (empat) pulau besar Indonesia di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dengan PSC sebanyak 15 wilayah kerja dan berada dibawah koordinasi 2 (dua) lembaga yaitu SKK Migas dan BPMA karena Medco memiliki wilayah kerja di Aceh, maka merasakan betul bagaimana harus mendapatkan dukungan publik agar dapat beroperasi dengan baik diberbagai wilayah Indonesia yang memiliki beragam budaya dan lingkungan yang berbeda.

“Humas memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung upaya sustainability business perusahaan, dan Medco memiliki pengalaman yang banyak dan akan berbagai pada forum ini,” kata Amri Siahaan.

Adapaun Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengingatkan insan hulu migas beberapa hal yang harus diperhatikan agar Visi bersama meraih 1 juta BOPD ditahun 2030 mendapatkan dukungan dari publik.

”Mengisi ruang publik secara masif dengan informasi yang selaras dengan narasi besar Giant Discovery, Road To 1 Million BOPD dan Transformasi Hulu Migas. Meningkatkan kecepatan, akurasi data serta memperkuat sinergitas antara SKK Migas dan KKKS. Serta hal yang utama adalah konten yang kreatif di era digital saat ini”, kata Wisnu.

Acara forum Humas Hulu Migas menghadirkan pula Fahmy Radhi PhD, Pengamat Energi dari UGM dan mantan Tenaga Ahli Menteri ESDM sebagai upaya untuk terus memberikan update informasi dan memperkaya knowledge insan hulu migas.

Pada paparannya, Fahmy Radhi menyoroti tentang defisit migas yang menyebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan dan upaya SKK Migas meraih kembali produksi 1 juta BOPD, serta menyoroti perubahan landscape bisnis saat ini serta era digital dan perubahan generasi yang harus diantisipasi oleh praktisi Humas hulu Migas agar komunikasi yang disampaikan efektif dan meraih dukungan publik.

Fahmy mengingatkan saat ini dunia maya (komunikasi melalui digital dengan berbagai platform) terbukti lebih efektif dibandingkan komunikasi didunia nyata. Untuk meningkatkan produksi minyak, maka Indonesia harus meningkatkan cadangan migas, maka eksplorasi menjadi penting dan harus masif karena cadangan migas Indonesia tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan negara lain seperti Venezuela, Arab Saudi, Iran, Rusia dan lainnya.

Untuk mendukung ekplorasi, penyederhanaan perijinan adalah salah satu hal yang harus dilakukan. “Transformasi SKK Migas dengan program One Door Service Policy, adalah langkah maju dan akan sangat mendukung upaya meningkatkan investasi hulu migas,” kata Fahmy Radhi.

SKK Migas melalui forum komunikasi dengan humas KKKS yang diselenggarakan setiap bulan, optimis dapat menggali informasi tentang pelaksanaan operasional KKKS dan capaian positif yang telah dihasilkan, baik dari aspek teknis maupun non teknis seperti pemberdayaan masyarakat, dukungan terhadap perekonomian daerah dan lainnya.

Melalui komunikasi yang intens dan meningkatkan kolaborasi, maka hal positif ini diharapkan dapat tersampaikan ke publik, yang pada akhirnya dapat mendukung upaya membangun optimisme Indonesia kembali meraih 1 juta BOPD di tahun 2030 untuk keberlanjutan industri hulu migas ke generasi mendatang.

share on: