Marhaban Yaa Ramadhan

Oleh : Ustadz Cecep Y Pramana

Satunegeri.com – Alhamdulillah, kita dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, penghulu dari segala bulan. Setiap memasuki bulan agung ini, kita kerap mendengar dan mendapatkan ucapan “Marhaban ya Ramadhan”, baik melalui pesan singkat secara pribadi maupun grup-grup WhatsApp (WA), Telegram dan lainnya.

Marhaban yaa Ramadhan artinya, “Selamat datang wahai bulan Ramadhan”. Kalimat ini berasal dari bahasa arab, marhaban dari kata-kata rahb yang berarti lapang atau luas, sehingga marhaban menggambarkan tamu yang disambut dan diterima dengan penuh lapang dada dan kegembiraan.

Kehadiran Ramadhan adalah membakar dosa setiap orang yang beribadah di dalamnya. Oleh karena itu, penyebutan Marhaban yaa Ramadhan adalah bentuk ekspresi kegembiraan karena hadirnya bulan Ramadhan, bulan pembakar dosa, bulan tempat terminal kemanusiaan menuju ridha Allah SWT.

Ramadhan adalah bulan ditunaikannya puasa yang menjadi kewajiban sebagai implementasi dari salah satu rukun Islam bagi setiap muslim yang beriman. Ramadhan bulan penuh keberkatan, bulan pengampunan.

Di bulan ini, Al Qur’an diturunkan, di bulan ini terdapat Lailatul Qadr dan di bulan Ramadhan juga segala ibadah dinilai setara lebih baik dilakukan dari seribu bulan lainnya di luar Ramadhan.

Banyak pelajaran Ramadhan yang dapat dipetik hikmahnya, antara lain melatih mentalitas untuk jujur, karena berpuasa diawasi langsung oleh pribadi seseorang dan oleh Allah SWT. Melatih disiplin, melatih diri untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, dan kepedulian terhadap orang lain.

Puasa yang benar menurut Imam Al Ghazali adalah puasa yang mampu mengekspresikan sifat ilahiyah ke dalam kehidupan sosial. Misalnya, memiliki rasa kasih dan sayang yang ditunjukkan dengan solidaritas sosial sebagai bentuk kepedulian dan memberikan pertolongan serta bantuan termasuk ilmu pengetahuan kepada orang lain.

Dengan spirit Marhaban yaa Ramadhan, kita terus melakukan introspeksi, evaluasi sekaligus mengamalkan secara maksimal segala bentuk amal ibadah di bulan Ramadhan.

Demikian juga kita dituntut untuk selalu memperkokoh solidaritas dan kepedulian serta perdamaian dalam bingkai syariat Islam secara kafah. Marhaban yaa Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ramadhan.

share on: