Pengusaha SPBU Siapkan Diri

spbu-cewek-cantik

satunegeri.com –┬áHimpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar subsidi mencukupi. Pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih menunggu kepastian besaran penyesuaian harga BBM per 1 April nanti.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) III Hiswana Migas Juan Tarigan mengatakan Pertamina telah menyosialisasikan mengenai penurunan harga BBM di awal April nanti. Namun hingga kini belum ada informasi mengenai berapa penurunan harga yang ditetapkan.

“Posisi kami menunggu pengumuman dari pemerintah. Sudah disosialisasikan dari Pertamina untuk tetap menjaga stok,” kata Juan di Jakarta.

Juan menuturkan stok BBM jenis premium dan solar subsidi tetap terjaga lantaran ada kompensasi yang diberikan dengan adanya penurunan harga. Pada penyesuaian harga di Januari 2016, pengusaha SPBU juga mendapat kompesasi agar tidak merugi.

Dia menjelaskan, kompensasi itu berupa pembayaran selisih harga beli dengan penurunan harga. Selain itu, besaran selisih itu mengacu pada pembelian rata-rata per tiga bulan. Dia mencontohkan, SPBU A penjualan premium per harinya 10.000 liter. Ketika terjadi penyesuaian harga BBM, ternyata masih ada 9.000 liter di tangki pedam. Maka selisih harga beli premium volume 9.000 itu dengan harga penyesuaian dibayarkan pemerintah.

“Kalau per tiga bulannya 10.000 liter dan ketika penyesuaian harga masih ada 15.000 liter di tangki pedam. Maka yang dibayar tetap mengacu pada pembelian per hari 10.000 liter,” ujarnya.

Perubahan harga BBM ditetapkan pemerintah pada Januari 2016 kemarin. BBM jenis premium penugasan di luar Jawa-Madura-Bali (Jamali) ditetapkan sebesar Rp 6.950 per liter. Sedangkan BBM jenis premium di Jawa-Madura-Bali dibandrol Rp 7.050 per liter. Sementara, BBM jenis solar subsidi ditetapkan sebesar Rp 5.650 per liter.

share on: