Wisata Jogja Dipusat Kota Untuk Yang Tidak Punya Banyak Hari Libur

wisata Jogja

Satunegeri.com – Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu tempat tujuan wisata bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Wisata Jogja dan wisata kulinernya senantiasa bikin rindu. Keramahan para masyarakatnya menjadikan daerah ini semakin istimewa.

Membicarakan tempat wisata Jogja seperti tidak akan ada habis-habisnya. Karena ada banyak sekali tempat wisata yang bisa kita kunjungi ketika liburan tiba. Namun kita akan butuh waktu yang cukup lama untuk explore kota Yogyakarta, tidak akan cukup hanya dengan satu atau dua hari saja.

Kali ini redaksi ingin berbagi beberapa tempat wisata Yogya yang lokasinya ada dipusat kota, jadi bakalan cocok untuk kita yang tidak punya banyak hari libur atau yang liburan ke Yogyakarta akhir pekan saja. Berikut beberapa tempat yang wajib untuk kita kunjungi :

Jalan Malioboro

Jalan maliobro merupakan salah satu obyek wisata di kota Yogyakarta. Jalan sepanjang 2,5 km yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke Kantor Pos Yogyakarta ini tak pernah sepi wisatawan setiap harinya. Di jalan malioboro kita bisa menemukan beragam suvenir khas mulai dari kaos, batik, blangkon, sandal, kerajinan tangan sampai bakpia patok dan yangko yang merupakan jajanan khas Yogyakarta.

Jalan Malionoro juga terkenal sebagai jalan tempat berkumpulnya para seniman, mereka sering mengekspresikan kemampuannya seperti bermain musik, melukis dan banyak lainnya. 

Untuk kuliner, di tempat wisata ini terdapat deretan pedagang kaki lima yang menawarkam sajian sederhana namun nikmat. Jangan lupa mencicipi nasi gudeg yang sudah menjadi kuliner wajib coba di Yogyakarta.

Di sepanjang jalan terdapat deretan tukang becak dan delman yang setia menunggu pelanggan. Inilah saatnya Anda berkeliling sekitar Jalan Malioboro dengan moda transportasi khas Yogyakarta.

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan sebuah museum sekaligus tempat wisata Jogja yang berada di Jalan Malioboro. Benteng ini merupakan tempat bersejarah yang sangat penting bagi Yogyakarta. Benteng ini awalnya dibangun di bawah perintah Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1760. Bangunan awalnya sangat sederhana, hanya dari tanah liat dan kayu. Karena merasa terancam karena kemajuan dan perkembangan keraton, Belanda akhirnya mengambil alih benteng ini dan menamainya Fort Rustenburg yang kemudian berubah menjadi Fort Vredeburg atau Benteng Perdamaian sampai sekarang. Sekarang benteng Vredeburg tidak dipakai sebagai benteng pertahanan lagi. Tapi digunakan sebagai museum dan salah satu tempat wisata.    

Tugu Jogja

Tempat Wisata Jogja Paling Hits di Dekat Malioboro yang pertama adalah Tugu Jogja. Siapa sih yang tidak tahu tugu jogja ini? Tinggi awalnya 25 meter. Dibangun 1755 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono 1, tugu ini lahir sebagai simbol persatuan rakyat Jogja melawan penjajahan Belanda. Disebut sebagai Golong Gilig karena bentuknya yang melingkar dan mengerucut pada pucuknya. Pucuk meruncing adalah simbol Ketuhanan, bahwa kehidupan manusia harus menuju sifat Tuhan.Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jalan Margo Utomo, tugu ini, dan Jalan A.M. Sangadji akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi.

Pasar Beringharjo

Di Yogyakarta ada sebuah tempat yang menjadi pusat penjualan aneka barang khas Yogyakarta baik itu kuliner maupun barang cindera mata khas Yogyakarta lainnya, nama tempat itu ialah Pasar Beringharjo. Pasar Beringharjo adalah pasar tertua yang memiliki nilai historis dan filosofis, yang tidak bisa dipisahkan dengan keraton Yogya.

Pasar Beringharjo sendiri dahulunya merupakan hutan Beringin, sehingga kenapa dinamakan Beringharjo karena Bering yang berarti Pohon Ringin dan Harjo yang berarti Kesejahteraan. Pohon Beringin bila difilosofikan seperti pohon yang memberikan keteduhan dan kenyamanan. Sehingga apabila kedua kata antara Bering dan Harjo digabungkan akan memberikan arti Kenyamanan dan Kesejahteraan bagi masyarakat.

Pasar Beringharjo merupakan salah satu tempat yang sempurna ada banyak jenis barang yang bisa dibeli, mulai dari batik, jajanan pasar, uang kuno, pakaian anak dan dewasa, sembako, hingga barang antik bisa ditemukan disini.  Pasar Beringharjo lengkap banget bagi para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh dari Yogyakarta bisa mampir ke pasar Beringharjo.

Keraton Jogja

Kraton Jogja adalah sebuah komplek kerajaan yang berada tepat berdiri di tengah kota Yogyakarta. Kraton yang didirikan seiring perjanjian giyanti pada tahun 1755 yang memecah Kerajaan Mataram Islam menjadi Kerajaan Ngayogyakarta Surakarta ini menyimpan keindahan arsitektur jawa yang tidak diragukan lagi, dan merupakan salah satu komplek istana terbaik di tanah jawa.

Keindahan Kraton Jogja ini tidak terlepas dari pendirinya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono I yang merupakan arsitek dari kerajaannya ini. Apabila anda sedang wisata ke Kraton Jogja maka apabila anda dari Jalan Malioboro pertama anda akan disambut oleh Gapura Pangurakan yang berasitrektur jawa kental yang bersebelahan dengan bangunan-bangunan Hindia Belanda. Setelah memasukinya anda akan memasuki Alun-alun Utara yang memiliki area yang cukup luas. Di sekelilingnya terdapat Joglo-joglo tertutup yang disebut Gedhong dan terbuka yang dinamakan Tratag. Di area ini terdapat beberapa pilihan kuliner yang sangat pas anda kunjungi sebelum anda memasuki kompleks Kraton Yogyakarta, sehingga anda tidak merasa kelaparan.

Taman Sari

Taman Sari sekarang menjadi salah satu tujuan wisata yang paling hits di Yogyakarta karena ada banyak tempat menarik untuk bebrburu foto instagram. Taman Sari terletak sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Banyak sekali warga setempat maupun wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri berkunjung ketempat ini. untuk para wisatawan yang ingn berlibur di kota Yogyakarta jangan lewatkan tempat wisata ini.

Nol Kilometer

Titik nol kilometer Yogyakarta berada dipusat kota jogja tidak jauh dari jalan malioboro. Lokasinya berada dari pertemuan Jl. Ahmad yani, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Jl. Penembahan Senopati dan ruas jalan menuju alun-alun utara keraton yogyakarta. Ada yang nenyebut kalau titik nol kilometer merupakan tempat dimulainya segala kisah tentang Yogyakarta. Pada persimpangan ini kita bisa melihat Yogyakarta secara utuh.

Titik nol Kilometer Yogyakarta memang salah satu tempat wisata Jogja favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu, terlebih pada sore hari dan malam hari yang setiap hari selalu ramai disesaki oleh para wisatawan. Pada malam hari suasana semakin indah dengan gemerlap lampu kota yang menyinari serta bangunan klasik dari Bank BNI 46, Kantor Pos Besar dan Bank Indonesia yang disorot lampu kuning keemasan. tak heran jika banyak wisatawan maupun warga lokal yang mengabadikan momen dengan berfoto=foto dikawasan ini pada malam hari. Untuk wisatawan yang ingin berlibur di Yogyakarta jangan lewatkan untuk mampir ke titik nol kilometer.

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Tempat wisata Jogja selanjutnya museum Kereta Keraton Yogyakarta terletak di Jl. Rotowijayan Yogyakarta, atau sebelah barat bangunan Keraton Yogyakarta. Museum yang didirikan sejak bertahtanya Sri Sultan Hamengkubuwono VI ini menyimpan beragam koleksi kereta kuda milik Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pada jaman dahulu kereta-kereta tersebut dahulu merupakan kendaraan para sultan untuk berbagai keperluan dan acara yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta.

Museum ini memiliki berbagai kereta kuda yang umurnya mencapai ratusan tahun. Adapula kereta Mondro Juwolo, kereta kuda yang pernah dipakai oleh Pangeran Diponegoro. dari 23 koleksi kereta kuda, 18 kereta masih dipergunakan untuk kepentingan upacara-upacara kebesaran kraton, sedangkan 5 kereta lainnya sudah tidak dipergunakan mengingat kondisi dan usia kereta yang sudah tua. Kereta Kanjeng Nyai Jimad adalah kereta yang paling tua dengan angka tahun pembuatan 1750. Mengunjungi Museum Kereta Yogyakarta akan menambah banyak wawasan terutama tentang kereta keraton Yogyakarta

Demikianlah  beberapa tempat wisata Jogja rekomendasi redaksi untuk kita yang tidak memiliki waktu libur yang bamyak atau liburannya hanya akhir pekan saja.

Semuanya bisa kita nikmati dengan harga terjangkau dan dijamin bisa menyegarkan rasa penatmu. Tunggu apa lagi? Segera rencanakan waktu liburanmu ke Yogyakarta!

Mudah-mudahan rekomendasi tempat wisata di Yogyakarta ini bisa berguna untuk anda. Selamat berlibur dan selalu jaga kesehatan.

share on: